Sepertiga makanan dunia terbuang — padahal bisa jadi penyelamat.
Satu Genggaman, Tiga Kemenangan: Mengubah Makanan Surplus Menjadi Aksi Nyata
Fakta pahitnya: Sepertiga makanan di dunia berakhir sebagai limbah. Di Indonesia sendiri, kita membuang hingga 48 juta ton pangan per tahun—sebuah volume raksasa yang sebenarnya mampu menghidupi puluhan juta saudara kita. (Sumber: PPN/Bappenas. Low Carbon Development Indonesia. Https://www.bappenas.go.id/)
Dampaknya jauh lebih mengerikan dari sekadar mubazir. Makanan yang membusuk di TPA memicu lahirnya gas metana, salah satu gas rumah kaca paling berbahaya yang mempercepat pemanasan global. Saat kita membiarkan makanan terbuang, kita juga sedang menyia-nyiakan air, tanah, dan kerja keras para petani yang merawatnya sejak dari benih. Menyelamatkan makanan adalah langkah instan kita untuk memulihkan bumi.
Langkah nyatamu dimulai di EMAN EMAN. Kami menjembatani kepedulian lingkungan dengan peluang masa depan. Setiap paket makanan layak yang Anda selamatkan melalui aplikasi ini adalah bukti nyata bahwa ekonomi dan ekologi bisa berjalan beriringan. Merchant terhindar dari kerugian, Anda menghemat pengeluaran hingga 70%, dan bumi terangkat dari beban polusi.
Mari bergerak bersama EMAN EMAN. Karena yang berharga, tidak boleh tersia-siakan.
← More articles